Kadis kesehatan Kota Kupang, Retnowati dan Anggota DPRD , Eldy Kana
Metronewsntt.com, Kupang– Keberhasilan inovasi teknologi nyamuk ber-Wolbachia di Kota Kupang menunjukkan hasil yang luar biasa dalam menekan angka penyakit menular.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, mengungkapkan bahwa hingga awal tahun 2026, terjadi penurunan total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sangat signifikan hingga 60 persen di wilayahnya. Ditemui di ruang kerjanya pada Senin (26/1/2026),
drg. Retnowati menjelaskan bahwa dampak positif program ini juga terlihat dari angka rujukan ke rumah sakit (hospitality) yang merosot tajam hingga 71 persen. Teknologi Wolbachia bekerja dengan cara melumpuhkan kemampuan virus Dengue untuk bereplikasi di dalam tubuh nyamuk, sehingga virus tidak dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan.
Lebih lanjut Beliau mengatkan, dampaknya, meskipun masih ditemukan warga yang mengalami demam, gejalanya kini jauh lebih ringan dan tidak lagi mencapai fase kritis seperti perdarahan perifer yang membahayakan jiwa.
"Keberhasilan ini menempatkan Kota Kupang sebagai wilayah dengan hasil terbaik di antara lima kota pilot project di Indonesia," ujar drg. Retnowati.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di BTKL Surabaya, populasi nyamuk ber-Wolbachia di wilayah intervensi seperti Kecamatan Oebobo, Maulafa, dan Kelapa Lima telah mencapai angka 80 hingga 90 persen. Keberhasilan di kantong padat penduduk, seperti BTN Kolhua, menjadi kunci utama penekanan kasus secara luas.
Saat ini, program mulai diekspansi ke Kecamatan Kota Lama dan Kota Raja, serta akan menyusul di wilayah Kecamatan Alak. Sebagai langkah strategis untuk menjaga populasi nyamuk "baik" .
" Dinas Kesehatan kini resmi meniadakan alokasi dana dan kegiatan pengasapan (fogging) agar nyamuk ber-Wolbachia dapat terus berkembang biak dan kawin dengan nyamuk lokal."katanya.
Retnowati mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan peningkatan jumlah nyamuk di lingkungannya dan meminta warga untuk tidak membunuh nyamuk-nyamuk tersebut agar target seluruh populasi nyamuk ber-Wolbachia di Kupang segera tercapai, merujuk pada keberhasilan serupa di Sleman, Yogyakarta.
Di sisi lain, dukungan terhadap kinerja Pemerintah Kota datang dari pihak legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Djuneidi Kana, memberikan apresiasi atas upaya penurunan angka DBD tersebut.
Namun, legislator Partai Demokrat ini mengingatkan agar Dinas Kesehatan tidak terlena dan tetap menggencarkan kegiatan pendukung seperti sosialisasi kebersihan lingkungan serta gerakan 3M.
Menurutnya, faktor kebersihan lingkungan merupakan elemen krusial yang harus berjalan beriringan dengan program Wolbachia.
Djuneidi juga mendorong adanya edukasi berkelanjutan bagi tenaga kesehatan di tingkat bawah untuk memastikan standar kebersihan l di setiap fasilitas kesehatan tetap terjaga, dan sebaliknya warga sendiri juga menjaga kebersihan lingkungannya. (mnt)